Friday, August 29, 2008
A very inspiring philosophy
Masih muda, korbankan kesehatan cari harta.
Sudah tua, korbankan harta cari kesehatan
Karena harta, orang asing menjadi seperti saudara.
Karena harta, saudara menjadi seperti orang asing.
Orang kaya mampu beli ranjang enak,tapi gak bisa tidur enak (stress...euiii)
Orang miskin gak mampu beli ranjang enak,tapi bisa tidur enak (capek jadi kuli...)
Orang kaya punya duit buat foya-foya,tapi gak punya waktu.
Orang miskin punya waktu buat foya-foya,tapi gak punya duit.
Masih muda, pengen jadi kaya biar nikmatin kekayaan,
Udah kaya, gak punya waktu buat nikmatin kekayaan.
Sekali punya waktu buat nikmatin kekayaan,udah keburu tua gak ada tenaga...
Bersyukurlah dan nikmati apa yang sudah kita dapat !!
Sunday, July 20, 2008
Bagaimana Cara Menjadi Pengusaha?
Hal ini merupakan perkembangan yang sangat menggembirakan. Semakin banyak pengusaha, maka semakin banyak lapangan kerja yang tersedia dan semakin banyak pengangguran yang bisa diserap. Saat ini pengangguran di Indonesia telah mencapai angka 11 juta. Jika kita asumsikan setiap usaha merekrut setidaknya 2 pegawai, maka jika tumbuh 1 juta pengusaha, akan tersedia 2 juta lapangan kerja. Dengan adanya pengusaha, pemerintah akan terbantu untuk menyediakan lapangan kerja. Kita tahu bahwa pemerintah juga memiliki keterbatasan. Munculnya pengusaha akan sangat membantu pemerintah.
Dengan tersedianya lapangan kerja, maka daya beli masyarakat akan meningkat dan pada akhirnya mengurangi angka kemiskinan. Saat ini kita masih memiliki 40 juta rakyat miskin, sebuah jumlah yang sangat besar. Jika 1 pekerja menghidupi 1 istri dan 1 anak, maka setidaknya 3 juta orang tertolong dengan hadirnya 1 pengusaha. Oleh karena itu, jumlah pengusaha harus ditingkatkan lagi agar semakin banyak orang tertolong.
Pada sisi lain, pengusaha juga merupakan penyumbang pajak bagi pemerintah. Sebagaimana diketahui, APBN kita 70 % lebih dibiayai oleh pajak. Jika jumlah pengusaha semakin banyak maka, jumlah penerimaan negara akan makin meningkat dan lebih banyak yang bisa dilakukan pemerintah untuk masyarakatnya.
Bagi pengusaha sendiri, seperti yang saya rasakan, lebih banyak yang bisa saya raih daripada saat dulu masih menjadi karyawan. Tulisan ini akan membantu para pembaca yang ingin mengetahui bagaimana caranya menjadi pengusaha.
Pertama yang harus dilakukan adalah mengatasi rasa takut menjadi pengusaha. Umumnya orang enggan menjadi pengusaha karena takut akan bankrut, takut tertipu dan lain-lain. Intinya takut akan resiko yang akan dihadapi. Padahal sebenarnya, apapun yang kita lakukan pada dasarnya beresiko. Sebagai contoh: kita menyeberang jalan, tentu ada resiko tertabrak. Sebagai orang yang dikaruniai akal, tentu kita tidak akan menyeberang sembarangan. Begitu pula dengan menjadi pengusaha, resiko bisa kita minimalkan dengan manajemen yang baik. Jika kita tidak sanggup menanggung resiko besar, kita bisa memilih resiko yang lebih kecil. Dan memang lebih baik memulai dari sesuatu yang kecil
Yang kedua adalah mengenai modal. Banyak orang batal menjadi pengusaha karena tidak memiliki modal. Sesungguhnya modal itu penting tapi bukan yang utama. Yang utama adalah ide. Uang berapapun tidak akan menghasilkan keuntungan jika tidak memiliki ide. Saya bisa memberikan kepada Anda uang 1 milyar hari ini, tetapi jika Anda tidak punya ide usaha, maka uang itu akan habis pelan atau cepat. Sebaliknya jika seseorang memiliki ide, maka uang akan datang dengan sendirinya. Banyak pengusaha yang memulai tanpa modal sama-sekali, dan pada akhirnya perbankan berebut menawarkan modal kepadanya.
Untuk memulai usaha, sekali lagi bukan modal uang yang dibutuhkan. Pilihlah usaha yang tidak membutuhkan uang untuk memulainya. Kita bisa belajar dari para pedagang yang menjual cash tetapi membeli dengan bayar di belakang. Jadi tidak ada modal uang. Jika memang membutuhkan uang, sementara Anda tidak memiliki uang, pakailah uang orang lain. Cukup sederhana. Masalahnya tinggal bagaimana Anda menggunakan ‘modal’ yang diberikan Tuhan, tubuh dan akal Anda untuk memakai uang orang lain.
Modal yang kedua adalah keberanian. Mulai dari sekarang, beranikan diri Anda untuk bermimpi. Mungkin ini agak aneh, tetapi dunia sudah membuktikan bahwa banyak penemuan ilmiah berdasarkan mimpi dan khayalan. Mobil-mobil sekarang ini berasal dari khayalan masa kecil. Ketika mimpi dan khayalan terwujud, kesuksesan sudah menanti di depan mata.
Selanjutnya, beranilah berbeda. Ditengah pasar yang kompetitif, menjadi beda adalah hal yang penting. Jika Anda membuat sesuatu yang sama dengan kompetitor Anda, maka produk atau jasa Anda peluangnya berbagi dengan kompetitor Anda. Sesuatu yang berbeda adalah nilai tambah. Dengan berbeda, keuntungan akan lebih besar. Lihatlah sekeliling, apa yang menjadi masalah atau kebutuhan di sekitar Anda. Dengan demikian Anda akan memahami pasar sebelum meluncurkan produk atau jasa.
Jika Anda sulit menemukan sebuah bisnis yang benar-benar baru, tidak perlu kecil hati karena Anda bisa memilih bisnis yang masih memiliki prospek pertumbuhan di masa mendatang. Salah satunya adalah bisnis di sektor telekomunikasi. Anda tidak perlu berpikir untuk mendirikan operator baru karena memang bukan itu ‘mainan’ yang tepat untuk pemula, namun lihatlah rantai bisnis telekomunikasi dari hulu sampai hilir. Lihat juga bisnis yang terkait dengan sektor telekomunikasi ini, karena sesungguhnya mata rantai bisnis ini sangat panjang.
Selanjutnya siapkan keberanian untuk memulai. Makin cepat akan makin baik. Ibarat antrian, yang lebih dulu akan mendapatkan kesempatan lebih dulu. Buanglah keraguan Anda, karena jika Anda selalu ragu-ragu, maka Anda tidak akan pernah memulai, dan Anda tidak tahu apakah Anda akan berhasil atau gagal. Jika tidak pernah memulai, maka Anda tidak bisa belajar bagaimana menghindari kegagalan dan Anda juga sekaligus tidak pernah mengalami kesuksesan. Anda hanya akan terus berpikir, tanpa pernah mencoba untuk melakukan yang Anda pikirkan. Seorang senior kami di HIPMI, Saudara Purdie E. Chandra yang memiliki Entrepreneur College memiliki sebuah metode memulai yang sederhana. Kita tidak usah berpikir macam-macam, kita lakukan saja semudah kita buang air di WC. Kita tidak pernah memikirkan bagaimana cara memasuki WC, kita juga tidak pernah memikirkan bagaimana cara buang air, apakah dengan ritme atau tidak. Begitu saja terjadi dan selesai. Kita sukses buang air. Kita tidak pernah memikirkan apakah kita akan gagal dalam buang air, kan? Jika kita gagal buang air, kita tinggal makan pepaya. Gitu aja koq repot?
Kalaupun ditengah perjalanan ada kegagalan, itu merupakan hal yang sangat biasa. Dengan demikian kita memiliki pengalaman, anggap saja hal itu merupakan biaya sekolah. Lebih baik kita gagal di awal daripada gagal di akhir. Pendiri dan pemilik KFC, telah gagal 19 kali untuk meyakinkan bahwa ayam gorengnya enak dan laku sebelum akhirnya menemui jalan suksesnya. Begitu juga Puspo Wardoyo gagal di tempat asalnya dan memulai usaha Ayam Bakar Wong Solo di Medan.
Jika kita belum memiliki pengalaman saat memulai usaha, merupakan sesuatu yang wajar. Pengalaman akan didapatkan seiring perjalanan usaha. Tidak ada seseorang yang tiba-tiba ahli dalam bidang apapun, semuanya melalui proses belajar. Sayangnya menjadi pengusaha tidak ada sekolahnya, sehingga trial and error menjadi salah satu metode yang paling sering digunakan. Jika Anda lulus maka kesuksesan yang Anda raih, jika belum maka kesuksesan Anda akan tertunda. Kesuksesan seorang pengusaha ditentukan oleh berapa kali ia lebih banyak bangun dari kegagalan.
Jika sampai disini, masih ada keraguan untuk memulai usaha, saya khawatir Anda belum memiliki mindset seorang pengusaha. Mindset adalah pola pikir. Seorang pengusaha melihat kendala sebagai peluang. Ketika orang-orang perkotaan memiliki budaya malas dan memiliki waktu terbatas untuk mencuci, seorang pengusaha mendirikan usaha laundry. Dengan mindset ini, seorang pengusaha bisa struggle dan survive. Mulai dari sekarang rubahlah mindset Anda. Jika mindset ini sudah terbangun, maka Anda akan memiliki banyak akal, berpikir tidak linier dan mampu mengatasi segala masalah.
Ada pameo, lebih baik menjadi kepala semut daripada ekor gajah. Dengan menjadi pengusaha, kita menjadi kepala, bukan ekor. Apakah kemudian badan kita besar atau kecil, tentu tergantung bagaimana kita mengelola usaha kita. Dengan makin majunya ilmu managemen, makin mudah mengelola manajemen perusahaan. Jadi beranikan diri Anda menjadi kepala.
Sunday, May 25, 2008
CANGKIR YANG CANTIK
"Lihat cangkir itu," kata si nenek kepada suaminya."Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat," ujar sikakek.
Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksudberbicara; "
Terima kasih untuk pujiannya, tapi kalian perlu tahu bahwa aku dulunyatidak cantik.
Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggoktanah liat yang tidak berguna.
Namun suatu hari ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar akuke sebuah roda berputar.Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing. Stop !Stop ! Aku berteriak, Tetapi orang itu berkata "belum !" lalu ia mulaimencengkeram dan meninjuku berulang-ulang. Stop! Stop! teriakku lagi.
Tapi orang ini masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku.Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke dalam perapian.Panas ! Panas ! Teriakku dengan keras. Stop ! Cukup ! Teriakku lagi.Tapi orang ini berkata "belum !"
Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku pikir, selesailah penderitaanku.Oh ternyata belum. Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan dan ia mulaimewarnai aku. Asapnya begitu memualkan. Stop ! Stop! Aku berteriak.Wanita itu berkata "belum !" Lalu ia memberikan aku kepada seorang priadan ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya!Tolong! Hentikan penyiksaan ini !
Sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya. Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku.Ia terus membakarku. Setelah puas "menyiksaku" kini aku dibiarkan dingin.Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca. Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali.Aku hampir tidak percaya, karena di hadapanku berdiri sebuah cangkiryang begitu cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkalakulihat diriku.
"Think about this:
Seperti inilah Tuhan membentuk kita. Pada saat Tuhan membentuk kita,tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan, dan banyak air mata.Tetapi inilah satu-satunya cara bagi-Nya untuk mengubah kita supayamenjadi cantik dan memancarkan kemuliaan-Nya."Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila Anda jatuh ke dalamberbagai cobaan, sebab Anda tahu bahwa ujian terhadap kita menghasilkanketekunan.
Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang supaya Andamenjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun."Apabila Anda sedang menghadapi ujian hidup, jangan kecil hati,karena Dia sedang membentuk Anda.
Bentukan-bentukan ini memang menyakitkan tetapi setelah semua proses ituselesai,
Anda akan melihat betapa cantiknya Tuhan membentuk Anda.
Disadari atau tidak semua membutuhkan proses
Tuesday, April 22, 2008
Gopala Pentas Pertama di Kokar

Tuesday, February 19, 2008
2008: No Complaining Year
Sunday, January 13, 2008
Taon Baru Nomor Baru
Dari sekian lama mempertahankan nomor yang sudah beberapa taon saya pake akhirnya saya memutuskan untuk mengganti nomor setelah pada malam taon baru ini handphone saya mengalami kerusakan sehingga menghilangkan semua contact di phone book.
Satu hal yang saya sayangkan disini kenapa di Indonesia untuk sebuah nomor Handphone kita tidak bisa "memilikinya" sendiri kenapa kita mesti harus menyewa dari penyedia jasa.
kalau seandainya kita punya sendiri nomor tersebut kita bisa pindah dari penyedia jasa yang satu ke penyedia jasa yang lain tanpa perlu penggantian nomor baru.......mungkin ini ada hubungannya dengan birokrasi di negara ini. yang kalao dibuat simple maka perputaran uang akan sedikit hehehehe...
ini adalah nomor baru saya yang akan selalu menemani kemana langkah saya pergi 0811 38 08400 dan semoga membawa kesuksesan baru.
~sugi~
Tuesday, January 08, 2008
Hargain waktumu, Ciptakan peluang kesuksesan di tahun 2008
Ada sekelompok orang berkata,”Di kehidupan yang hanya puluhan tahun ini. Jika kesempatan tidak datang biarkan saja, karena nasibmu kurang baik”. Orang yang seperti ini tidak akan sukses karena pikiran mereka begitu negatif. Kelompok orang yang kedua berkata begini,”Jika kesempatan tidak datang aku akan tunggu sampai dia datang”. Orang seperti ini juga tidak akan berhasil, dia juga masih berpikir begitu negatif. Kelompok orang yang ketiga berkata begini,” Di kehidupan yang hanya puluhan tahun ini, jika kesempatan tidak datang. Aku akan pastikan dia datang”. Inilah kelompok orang yang akan sukses. Dia berpikiran sangat positif. Baginya tiap waktu, tiap detik, tiap orang adalah sebuah kesempatan. Tidak ada orang yang bisa mendorong anda sekiranya anda tidak mau didorong. Tidak orang yang bisa memotivasi anda sekiranya anda tidak mau dimotivasi. Bagaimanapun anda harus menciptakan sebuah kesempatan di tahun 2008?
Waktu begitu cepat berlalu, karena itu anda harus berhati-hati. Jika orang tidak akan mati maka orang tersebut tidak perlu sukses. Kenapa kita harus sukses? Karena kita akan mati. Kalau kita bisa hidup seribu tahun lagi. Seperti kata Chairil Anwar. Kita bisa hidup begitu santai. Tapi kenyataannya kita tidak dapat hidup seribu tahun. Paling mujur hanya tujuh puluh tahun. Dan lima belas tahun mungkin anda sudah tidak bisa apa-apa lagi. Karena itu waktu yang paling berharga adalah waktu sekarang ini. Jadi anda harus bertanya pada diri anda sendiri untuk apa kita berikan waktu yang sangat berharga ini? Untuk hal-hal yang kurang baik atau buruk. Tanyalah pada diri anda sendiri!
Tidak ada istilah tidak ada waktu. Jika orang berkata,”Saya tidak punya waktu”. Masalahnya adalah orang tersebut tidak mau mencintai waktu mereka, tidak bisa merencanakan waktu dengan baik. Orang bijak berkata begini, ”Masalah terbesar bagi seseorang bukan karena dia tidak punya waktu. Masalah terbesar bagi seseorang adalah dia tidak tahu kapan mati”. Sebagai contoh, misalnya ada orang yang terkena penyakit kanker ganas. Didiagnosa dokter hidupnya tinggal dua tahun lagi. Apakah orang tersebut akan berdiam diri saja? Merenungi nasibnya. Tentu saja tidak. Dia tidak akan menangis, tidak akan marah. Karena tidak ada waktu lagi. Baginya sekarang ini saatnya untuk melakukan yang terbaik di dunia ini.
Jika anda renungkan dan ambil setiap hari adalah hari terakhir hidup anda di dunia ini. Tentu saja anda pastikan memberikan yang terbaik bagi diri anda sendiri, keluarga, perusahaan dan lingkungan tempat tinggal.
Bila anda sering menunda waktu. Silahkan ikuti tips di bawah ini.
Lakukan refleksi berikut ini setiap hari:
Bangunlah pada saat seluruh anggota keluarga anda sudah tertidur
Pandangilah mereka satu persatu dari istri sampai anak-anak anda (bagi sudah menikah) atau orang tua, orang yang paling anda sayangi
Bayangkan apa yang terjadi bila hari ini hari terakhir anda di dunia ini ?
Rasakan bagaimana perasaan anda?
Katakan dalam hati: Apakah anda sudah memberikan yang terbaik buat mereka ?
(ucapkan secara perlahan, ulangi dan resapi kata-kata ini sampai ke hati)
Buatlah komitmen perubahan bagi anda terhadap keluarga anda !
Ucapakan syukur melalui doa sesuai keyakinan anda masing-masing
Anda juga bisa melakukan seperti yang pernah diajarkan di salah satu seminar More Precious Than Gold ( MPTG) yang pernah saya ikuti.
Siapkan sebuah kertas kosong
Tuliskan usia anda sekarang! Terserah di bagian mana saja.
Bila satu tahun= 365 hari. Maka kalikan usia anda dengan 365 hari. Catat berapa hasilnya? Contoh; Usia anda 40 tahun. Maka 365 x 40 = 14600 hari.
Rata-rata manusia hidup di jaman sekarang 70 tahun. Bila dikalikan dengan 365 hari. Hasilnya adalah 25550 hari.
Berarti sisa usia anda selama hidup di dunia ini. Adalah 25550-14600=10950 hari.
Tuliskan sisa usia anda. Pakai HURUF BESAR, WARNAIN. Bila perlu saya sering menulis dengan kata-kata : Nyawaku tinggal ………….hari. Apakah aku sudah melakukan yang terbaik hari ini? Terus update setiap hari/minggu/bulan/tahun. Terserah anda!
Tempelkan di tempat yang mudah dilihat. Boleh di kaca, di dinding.
Selamat mencintai waktu anda. Dan ciptakan peluang dimanapun anda berada. Bagikan teknik ke setiap orang anda temuin.
Lompati Tiga Batu Ujian dalam Hidupmu
Ada seorang pendekar, dia merasa ilmunya sudah cukup. Saatnya dia turun gunung. Untuk itulah dia pun menghadap sang guru. “ Guru, kiranya ilmu yang sudah guru ajarkan sudah hamba serap semuanya dengan baik. Ijinkan hamba turun gunung untuk mengabdikan ilmu hamba kepada masyarakat.” Sang Guru dengan jenggotnya yang tebal. Hanya tersenyum. Dia pun hanya bergumam saja. Sang pendekarpun binggung melihat perilaku gurunya. “ Guru, ijinkan hambamu ini turun gunung?”. Kata sang pendekar sekali lagi. Gurunya pun kembali bergumam. Secara perlahan gurunya pun berdiri. “Anakku, memang benar semua ilmu sudah aku turunkan samamu. Tapi sebelum engkau turun gunung. Pergilah ke tepian sungai.” Gurunya pun menunjuk kearah sungai tersebut.” Menyeberanglah dari tepi sungai itu ke ujung tepian yang di seberang. Tapi aku tidak ingin kamu berenang. Tapi melompatlah dengan menggunakan tiga batu yang sudah ada di sungai tersebut”. Sang pendekar pun dengan riang gembira menuju ke tepian sungai tersebut.
Ketika sampai di tepian sungai. Dia pun mencoba melihat batu-batu yang ada di sungai tersebut. Aha, tak lama diapun melihat batu besar. Tak lama kemudian dia pun melompat. Dan dengan mudah bisa berdiri di batu tersebut. Kembali dia mencari batu kedua. Dengan hati-hati dia pun melihat di sekelilingnya. Tapi batu keduapun belum bisa dengan jelas terlihat. Sekali lagi dia mencoba. Dan dari kejauhan. Dia melihat sebuah batu yang ukuran tidak terlampau besar. Sambil memfokuskan kekuatannya. Dia pun kembali melompat ke atas batu tersebut. Tapi ketika dia mau berdiri ternyata batu tersebut sangat licin. Byurrr….Dia pun jatuh ke sungai. Ternyata batu tersebut pijakan sangat kecil. Tidak cukup dua kaki. Hanya cukup satu kaki saja. Lalu dia pun mencoba lagi. Lebih fokus dan lebih relaks. Akhirnya dia bisa berdiri dengan satu kaki di batu kedua tersebut.
Tinggal satu ujian lagi, pikirnya. Dia pun kembali mencari batu ketiga. Setelah cukup lama. Dari kejauhan dia melihat sebuah sinar. Ternyata itulah batu terakhir yang dia cari. Dia pun kemudian melipat gandakan kekuatannya. Dia pun kembali melompat dengan kecepatan tinggi. Tapi sekali lagi dia terkejut. Ternyata ukuran batu itu sangat kecil sekali. Tidak cukup untuk satu kaki saja. Kembali byurrr…. dia harus jatuh ke sungai. Dia pun mencoba lagi. Byurr….jatuh ke sungai lagi. Arus sungai pun semakin deras. Dengan susah payah. Dia kembali lebih fokus. Dia pun melompat. Dan pada saat di udara dia pun membalikkan badannya. Ternyata si pendekar berhasil berdiri di atas batu terakhir. Dengan menggunakan satu tangannya. Kakinya diatas. Setelah itu dia pun kembali melompat. Karena tepi sungai pun sudah dekat. Akhirnya dia berhasil sampai di darat.
Ketika dia sampai di ujung tepi sungai. Gurunya pun sudah ada di hadapannya. ”Anakku, engkau sudah melewati uji kehidupan. Batu pertama melambangkan kesulitan yang akan engkau hadapi. Batu kedua melambangkan kesetiaan. Disinilah ujuanmu mulai sulit. Kamu dituntut untuk setia sama dirimu sendiri. Termasuk sama gurumu sendiri. Atau kamu mengkhianati aku. Disinilah letak ujianmu sebenarnya. Batu terakhir melambangkan bersyukur. Ketika kamu sudah melewati dua ujian di batu sebelumnya. Kamu sudah berhasil. Tapi apakah kamu menjadi sombong? Atau menjadi orang yang rendah hati. Selalu bersyukur kepada Pencipta. Inilah ujian terkahirmu. Bila semua kau laluin dengan baik. Maka kamu akan menjadi manusia yang sempurna.”
Ketika mengakhirinya wejangannya. Sang guru pun mengeluarkan sesuatu dari balik bajunya. Ketika dibuka isinya adalah tiga buah batu. Satu batu ukuran besar, yang kedua ukuran sedang dan panjang. Batu terakhir ukurang kecil dan tipis. Ya, itulah batu ujian sang pendekar ketika dia turun gunung. Sang pendekar pun menerimanya. Esoknya, dia mohon pamit kepada sang guru.
Para Pembaca Yang Budiman,
Ketika merasa ilmu kita cukup. Maka kita dengan berani ingin masuk kedunia sebenarnya yang kita impikan. Baik itu di dunia kerja maupun dunia bisnis. Memang baik mengamalkan ilmu kita. Sesuai dengan orang bijak pernah mengatakan,” Menuntut ilmu hingga memasuki liang kubur adalah proses yang bagus, tetapi jangan lupa bahwa ilmu yang sudah dituntut itu masih perlu dipraktekkan ”. Bila tidak, untuk apa menuntut ilmu ? Pengetahuan tidak bisa berdiri sendiri, ia harus ditindaklanjuti dengan praktek, dengan sikap mental yang benar.
Dalam kehidupan seperti cerita diatas. Ada tiga batu ujian yang harus kita lewati.
- Batu ujian pertama adalah kesulitan.
Baik kesulitan secara keuangan, hubungan kerja, kurangnya pengalaman. Dan bermacam-macam kesulitan yang lain. Ternyata ujian kesulitan ini adalah ujian pertama kita. Tentu ada ingat ketika daerah Aceh dihantam tsunami. Begitu banyak kesulitan yang datang baik secara mental dan materi. Tapi lewat proses selama ini cukup banyak. Masyarakat Aceh yang mulai bangkit. Mereka mencoba berdagang kembali. Menata perekonomian keluarga mereka yang sudah hancur. Walaupun hasilnya masih sedikit minimal mereka sudah mencoba untuk bangkit adalah jauh lebih penting.
Apabila kita berhasil melewati ujian ini maka mental kita menjadi lebih berani, lebih disiplin, lebih komitmen, lebih ulet, lebih optimis dan lebih kreatif.
- Batu ujian kedua adalah kesetiaan.
Manusia pada umumnya dengan sangat mudah bisa melewati kesulitan mereka. Harta pun mulai berlimpah. Dulu dari tidak punya rumah, sekarang rumah mewahpun sudah bisa dibeli. Dulu mobilpun susah sekali didapat. Sekarang di garasi rumah sudah tersedia tiga mobil yang siap mengantar kemanapun kita pergi. Tapi manusia sering tergelincir melewati ujian kedua ini. Ketika harta berlimpah. Mata kita pun mulai disilaukan dengan kehidupan duniawi. Istri yang dulu lengket sekali. Sehingga nyamuk paling kuruspun susah lewat. Kalaupun belanja sang suami dengan enak di depan berjalan sendirian. Badan istripun yang dulu kutilang dara. Sekarang sudah dipandang bapindo (bagian pinggang dobel). Sambil membawa belanjaan di tangan kiri-kanan yang berat-berat pula. Sehingga gajah paling gemuk pun gampang lewat. Lama-kelamaan cintapun sering menjadi pudar. Mulai mata bermain-main. Melihat keindahan cewek-cewek yang berpakaian seksi. Sesuai dengan peribahasa,”Dari mata turun ke hati”. Akhirnya kita pun mulai tidak setia dengan istri dan anak-anak kandung sendiri. Dulu semboyan kita ”Family is my love”, sekarang pun diubah menjadi ”Family is my memory”.
Fase ini adalah fase yang berat dan paling penting. Disinilah mental kita benar-benar diuji. Apakah kita masih setia sama istri, keluarga, sahabat, orang tua? Hanya waktu jualah yang bisa menentukan kita. Tetapi dengan menyadari bahwa hidup itu tidak hanya bisa berdiri diatas satu kaki. Kita harus butuh pasangan. Sebagai teman seperjuangan dalam suka dan duka.
Bila kita berhasil melewati ujian ini, maka rasa cinta bukan hanya sebatas perasaan saja. Tapi sudah menerima satu sama lain sebagai bagian yang tidak pernah terpisahkan. Bahkan kita rela mengorbankan jiwa bagi keluarga yang kita cintain. Seperti Romero dan Juliet nih.
- Batu ujian ketiga adalah beryukur.
Bila anda pernah melihat film The Secret. Tentu anda tahu ada batu bersyukur. Dimana mengingatkan kita bahwa semua hidup ini harus kita syukurin. Dalam cerita diataspun digambarkan bagaimana pendekar harus berdiri dengan satu tangan. Dan posisi terbalik. Artinya kita harus tunduk kepada Tuhan. Kita ini masih begitu kecil dibandingkan Sang Pendipta. Bila sewaktu-waktu kita dipangil olehNya. Kita pun harus siap. Mulai dari sekarang syukurin yang sudah kita dapat. Tidak peduli besar atau kecil. Banyak atau sedikit. Dengan bersyukur membuat hidup kita menjadi lebih nyaman dan damai. Kita pun rela memberi kepada yang membutuhkan. Tidak hanya dalam bentuk materi. Tapi dalam bentuk kasih sayang, nasehat dan perhatian.
Tiga batu ujian sudah ada di tangan anda sekarang. Siapkah diri anda menjalaninya ?
Sunday, October 07, 2007
Bosen Hidup
10 Penyakit Mental Manusia
2. MENYALAHKAN DIRI SENDIRI Menyalahkan diri sendiri bahwa dirinya merasa tidak mampu. Ini berbeda dengan MENGAKUI KESALAHAN. Anda pernah mengalaminya ? Kalau anda bilang tidak pernah, berarti anda bohong. "Ah, dia sih bisa, dia ahli, dia punya jabatan, dia berbakat dsb, Lha saya ini apa ?, wah saya nggak bisa deh. Dia S3, lha saya SMP, wah nggak bisa deh. Dia punya waktu banyak, saya sibuk, pasti nggak bisa deh". Penyakit ini seperti kanker, tambah besar, besar di dalam mental diri sehingga bisa mencapai "improper guilty feeling". Jadi walau yang salah partner, anak buah, atau bahkan atasan, berani bilang "Saya kok yang memang salah, tidak mampu dsb". Penyakit ini pelan-pelan bisa membunuh kita. Merasa inferior, kita tidak punya kemampuan. Kita sering membandingkan keberhasilan orang lain dengan kekurangan kita, sehingga keberhasilan orang lain dianggap Wajar karena mereka punya sesuatu lebih yang kita tidak punya.
3. TIDAK PUNYA GOAL / CITA-CITA Kita sering terpaku dengan kesibukan kerja, tetapi arahnya tidak jelas. Sebaiknya kita selalu mempunyai target kerja dengan milestone. Buat target jangka panjang dan jangka pendek secara tertulis. Ilustrasinya kayak gini : Ada anjing jago lari yang sombong. Apa sih yang nggak bisa saya kejar, kuda aja kalah sama saya. Kemudian ada kelinci lompat-lompat, kiclik, kiclik, kiclik. Temannya bilang:
“Nah tuh ada kelinci, kejar aja". Dia kejar itu kelinci, wesss...., kelinci lari lebih kencang, anjingnya ngotot ngejar dan kelinci lari sipat-kuping (sampai nggak dengar / peduli apa-apa), dan akhirnya nggak terkejar, kelinci masuk pagar. Anjing kembali lagi ke temannya dan diketawain.
"Ah lu, katanya jago lari, sama kelinci aja nggak bisa kejar. Katanya lu paling kencang".
"Lha dia goalnya untuk tetap hidup sih, survive, lha gua goalnya untuk fun aja sih".
Kalau "GOAL" kita hanya untuk "FUN", isi waktu aja, ya hasilnya cuma terengah-engah saja.
4. MEMPUNYAI "GOAL", TAPI NGAWUR MENCAPAINYA Biasanya dialami oleh orang yang tidak "teachable". Goalnya salah, focus kita juga salah, jalannya juga salah, arahnya juga salah. Ilustrasinya kayak gini : ada pemuda yang terobsesi dengan emas, karena pengaruh tradisi yang mendewakan emas. Pemuda ini pergi ke pertokoan dan mengisi karungnya dengan emas dan seenaknya ngeloyor pergi. Tentu saja ditangkap polisi dan ditanya. Jawabnya : Pokoknya saya mau emas, saya nggak mau lihat kiri-kanan.
5. MENGAMBIL JALAN PINTAS, SHORT CUT Keberhasilan tidak pernah dilalui dengan jalan pintas. Jalan pintas tidak membawa orang ke kesuksesan yang sebenarnya, real success, karena tidak mengikuti proses. Kalau kita menghindari proses, ya nggak matang, kalaupun matang ya dikarbit. Jadi, tidak ada tuh jalan pintas. Pemain bulutangkis Indonesia bangun jam 5 pagi, lari keliling Senayan, melakukan smesh 1000 kali. Itu bukan jalan pintas. Nggak ada orang yang leha-leha tiap hari pakai sarung, terus tiba- tiba jadi juara bulu tangkis. Nggak ada ! Kalau anda disuruh taruh uang 1 juta, dalam 3 minggu jadi 3 juta, masuk akal nggak tuh? Nggak mungkin !. Karena hal itu melawan kodrat.
6. MENGAMBIL JALAN TERLALU PANJANG, TERLALU SANTAI Analoginya begini : Pesawat terbang untuk bisa take-off, harus mempunyai kecepatan minimum. Pesawat Boeing 737, untuk dapat take- off, memerlukan kecepatan minimum 300 km/jam. Kalau kecepatan dia cuma 50 km/jam, ya Cuma ngabis-ngabisin avtur aja, muter-muter aja. Lha kalau jalannya, runwaynya lurus anda cuma pakai kecepatan 50 km/jam, ya nggak bisa take-off, malah nyungsep iya. Iya kan ?
7. MENGABAIKAN HAL-HAL YANG KECIL Dia maunya yang besar-besar, yang heboh, tapi yang kecil-kecil nggak dikerjain. Dia lupa bahwa struktur bangunan yang besar, pasti ada komponen yang kecilnya. Maunya yang hebat aja. Mengabaikan hal kecil aja nggak boleh, apalagi mengabaikan orang kecil.
8. TERLALU CEPAT MENYERAH Jangan berhenti kerja pada masa percobaan 3 bulan. Bukan mengawali dengan yang salah yang bikin orang gagal, tetapi berhenti pada tempat yang salah. Mengawali dengan salah bisa diperbaiki, tetapi berhenti di tempat yang salah repot sekali.
9. BAYANG BAYANG MASA LALU Wah puitis sekali, saya suka sekali dengan yang ini. Karena apa ? Kita selalu penuh memori kan ? Apa yang kita lakukan, masuk memori kita, minimal sebagai pertimbangan kita untuk langkah kita berikutnya. Apalagikalau kita pernah gagal, nggak berani untuk mencoba lagi. Ini bisa balik lagi ke penyakit nomer-3. Kegagalan sebagai akibat bayang-bayang masa lalu yang tidak terselesaikan dengan semestinya. Itu bayang-bayang negatif. Memori kita kadang- kadang sangat membatasi kita untuk maju ke depan. Kita kadang-kadang lupa bahwa hidup itu maju terus. "Waktu" itu maju kan ?. Ada nggak yang punya jam yang jalannya terbalik ?? Nggak ada kan ?
Semuanya maju, hidup itu maju. Lari aja ke depan, kalaupun harus jatuh, pasti ke depan kok. Orang yang berhasil, pasti pernah gagal. Itu memori negatif yang menghalangi kesuksesan.
10. MENGHIPNOTIS DIRI DENGAN KESUKSESAN SEMU Biasa disebut Pseudo Success Syndrome. Kita dihipnotis dengan itu. Kita kalau pernah berhasil dengan sukses kecil, terus berhenti, nggak kemana-mana lagi.Sudah puas dengan sukses kecil tersebut. Napoleon pernah menyatakan: "Saat yang paling berbahaya datang bersama dengan kemenangan yang besar". Itu saat yang paling berbahaya, karena orang lengah, mabuk kemenangan. Jangan terjebak dengan goal-goal hasil yang kecil, karena kita akan menembak sasaran yang besar, goal yang jauh. Jangan berpuas diri, ntar jadi sombong, terus takabur. Sudah saatnya kita memperbaiki kehidupan kita. Kesempatan terbuka lebar untuk siapa saja yang ingin maju.
Action may not always bring success, but there is no success without action.
"Usaha dan tindakan tidak selalu menghasilkan keberhasilan/sukses, tetapi... Tidak ada keberhasilan dan sukses TANPA usaha dan tindakan."
(Greg Phillips- Benjamin Disraeli)
Gagal Pangkal Sukses
Benarkah demikian? Kegagalan memang bisa bersifat positif apabila kita dapat menarik manfaat dari kegagalan itu. Sebaliknya, akan menjadi negatif apabila dianggap palang pintu yang tidak dapat ditembus lagi, lalu membuat orang menyerah pada nasib.
Agar kegagalan tidak menjadi momok mengerikan, ada delapan hal yang bisa dilakukan:
1. Bersikap positif terhadap kegagalan
Sikap positif merupakan dasar utama untuk memahami bahwa kegagalan bukan sesuatu yang harus ditakuti. Tanpa adanya sikap positif, kita akan merasa seolah-olah hidup di alam mimpi, tidak ingin berbuat apa- apa lagi karena takut gagal.
Bersikap positif artinya mampu memandang suatu kegagalan sebagai peristiwa hidup yang harus dialami. Kita siap untuk menerima kegagalan kapan saja dan dalam bentuk apa pun. Kegagalan bukanlah "virus" atau "monster" yang perlu ditakuti.
2. Mencari penyebab
Ada dua faktor utama penyebab kegagalan, yakni faktor internal dan eksternal.
Faktor internal adalah faktor penyebab yang berasal dari dalam diri kita sendiri. Mungkin karena kurang hati-hati dalam melakukan sesuatu atau karena menganggapnya remeh atau enteng, maka kita tidak melakukannya dengan sepenuh hati. Tidak perlu mencari kambing hitam, melainkan dengan kebesaran jiwa dan kebesaran hati kita harus mengakui, diri kita sendirilah penyebab kegagalan itu.
Faktor eksternal adalah faktor penyebab di luar diri sendiri. Misalnya, persaingan dengan orang lain. Mungkin kemampuan orang itu sama atau melebihi kemampuan kita sehingga memperbesar peluang kegagalan kita.
3. Melakukan identifikasi
Kita perlu mencoba untuk mengidentifikasi apa saja faktor-faktor penyebab kegagalan, kemudian mencoba mengatasinya. Tentu saja tidak perlu sekaligus mengatasi semua penyebab kegagalan. Kalaupun dipaksakan untuk mengatasi sekaligus bersama-sama, hasilnya tidak akan maksimal. Usahakan memprioritaskan penyebab utama, baru penyebab-penyebab lainnya.
Caranya, dengan mencatat hal-hal yang sering membuat kita gagal, apakah faktor internal atau eksternal. Mengatasi faktor internal tentu lebih sulit dibandingkan dengan faktor eksternal. Namun, tidak ada cara lain kecuali menentukan skala prioritas terhadap hal yang mesti diatasi.
4. Melakukan evaluasi diri
Pada umumnya apabila mengalami kegagalan, yang pertama kali kita salahkan adalah pihak lain. Jarang yang mau mengakui dirinya bersalah. Dengan mengevaluasi diri berarti kita berusaha mengakui kesalahan itu. Mau mengevaluasi diri juga berarti kita bersikap dewasa dan bijaksana, karena berani bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukan. Evaluasi diri sekaligus melatih untuk semakin mengerti tentang diri kita sendiri.
5. Menggali kekuatan diri
Kegagalan sebenarnya bukan merupakan tanda kita tidak mempunyai kekuatan dalam diri. Kita hanya belum mengenal atau mampu menggunakan kekuatan itu secara maksimal. Cobalah wujudkan kekuatan positif. Gali potensi-potensi yang sangat mungkin untuk dikembangkan. Kita akan berhasil menginventarisasi potensi-potensi apabila terus berusaha mengenali kekuatan kita.
6. Mengenali kelemahan diri
Tidak bisa dipungkiri, salah satu penyebab kegagalan adalah kelemahan dalam diri. Kelemahan itu dianggap wajar. Mungkin karena kurang menguasai atau kurang mampu mengerjakannya.
Rata-rata orang memang tidak mempunyai keberanian untuk menggali kelemahan diri. Padahal, ketakutan merupakan cermin belum siapnya kita mengakui sisi kelemahan diri kita.
Meneliti kelemahan sendiri sebenarnya merupakan kesempatan untuk melakukan koreksi diri. Sebaliknya, bila tidak mau mengakui kelemahan, seolah-olah kita hidup dalam dunia maya, karena tidak akan pernah melihat diri kita yang sebenarnya.
Ingat, dengan mengenali kelemahan, kita akan dapat memperbaiki diri.
7. Melihat peluang
Hendaknya kita pandai-pandai melihat peluang. Kegagalan sebenarnya menyimpan berbagai kesempatan yang dapat diubah menjadi hal yang menguntungkan hidup kita.
Namun, acap kali kita menganggap kegagalan mengandung makna negatif. Peluang dapat diperoleh apabila mau belajar dari kegagalan itu sendiri serta mampu menyiasati hal-hal yang membuat kita gagal.
Perlu disadari, yang kita alami bukanlah suatu ancaman bagi kehidupan kita, melainkan kesempatan untuk mengubah hidup kita menjadi lebih efektif.
8.Trial and error
Trial and error merupakan salah satu tolok ukur atau alat ukur bahwa kita ingin mengubah kegagalan menjadi kesuksesan. Tinggal sejauh mana kita mau dan berani mencoba kembali kegagalan itu. Sebelum mencoba kembali, hendaknya dipikirkan masak-masak langkah yang akan ditempuh. Kalau pun terjadi kesalahan kembali, jangan segan-segan melakukan revisi dan mencoba kembali sampai akhirnya berhasil mengatasinya.
Kunci utama trial and error adalah ketekunan dan sikap pantang menyerah dalam uji coba mengatasi kegagalan.
Jadi Pemimpin atau Bawahan ?
Jika setiap saat kita selalu menanyakan "Apa hak-hak saya?", itu artinya kita termasuk golongan bawahan. sedangkan, jika kita lebih suka bertanya "Apa tanggung jawab saya?", itu berarti termasuk golongan pemimpin. Wajar saja, mestinya memang demikian. Selain itu, seorang bawahan biasanya orang yang bekerja lebih terdorong oleh emosinya. Sementara, seorang pemimpin, bekerja atau berbisnis lebih karena terdorong oleh karakternya.
Saya juga melihat, bahwa seorang bawahan itu akan merasakan senang, baru kemudian dia melakukan pekerjaan atau tugasnya dengan benar. Itu lain dengan pemimpin. Dia akan selalu berusaha melakukan segala pekerjaannya dengan benar, kemudian dia kan merasa senang dengan prestasi kerjanya itu. Pendeknya, bawahan itu bekerja atau melaksanakan tugas karena terdorong oleh kesenangan, dan bukan terdorong oleh komitmen seperti biasa dilakukan oleh seorang pemimpin.
Perbedaan lain yang cukup menonjol antar keduanya, menurut pakar leadership, Jhon C. Maxwell, yaitu seorang bawahan itu sukanya selalu menunggu momentum, barulah dia mau bergerak. Sikapnya lebih mengendalikan tindakan, dan berhenti ketika masalah timbul. Sementara, kalau kita sebagai pemimpin, maka kita akan lebih cenderung menciptakan momentum. Sedang, tindakannya lebih mengendalikan sikapnya, dan seorang pemimpin justru akan meneruskan usahanya ketika masalah timbul.
Saya juga melihat, memang benar seorang bawahan itu jika membuat keputusan selalu berdasarkan popularitas. Berbeda dengan pemimpin yang setiap membuat keputusan apapun, termasuk dalam bisnisnya, adalah lebih berdasarkan pada prinsip dan bukan pada popularitas. Sehingga, tidak mengherankan kalau seorang pemimpin itu tidak suka bersikap murung dalam menggeluti bisnisnya. Sebaliknya, dia akan selalu mantap menekuni bisnisnya.
Karena itu, saya berpendapat, di saat sekarang ini kita lebih baik menjadi ikan besar di kolam kecil daripada harus menjadi ikan kecil di kolam besar. Artinya, kita lebih baik menjadi pemimpin, walaupun bisnis kita kecil dan anak buah kita sedikit, daripada kita harus ikut orang lain sekalipun bisnisnya sudah besar. Memang, menjadi seorang pemimpin tidaklah mudah. Tapi yakin saja, sebab kita masing-masing memiliki kapasitas kepemimpinan.
Saya yakin, jika kita bekerja pada perusahaan besar sebagai bawahan, tentu kita tidak bisa berbuat banyak, atau tidak bisa mempengaruhi kebijakan perusahaan. Naiknya karier kita pun jelas membutuhkan waktu yang lama. Tapi lain halnya, kalau kita bekerja pada perusahaan yang masih kecil, maka peluang untuk mengembangkan bisnis lebih besar. Sehingga, karier kita pun akan cepat berkembang pula. Kita jadi punya andil untuk mengembangkan usaha menjadi besar, dan akhirnya kita akan lebih cepat jadi pemimpin perusahaan.
Kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) tidak akan membuat kita berhenti bekerja, kalau kita punya jiwa kepemimpinan. Tapi sebaliknya, kalau kita terus menerus menjadi bawahan, akibatnya kita tidak punya keberanian jadi pemimpin. Kita juga tidak akan memiliki keberanian untuk mencoba punya mencari pekerjaan lain yang lebih baik atau bikin bisnis sendiri. Akhirnya sekarang, kita hanya mempunyai dua pilihan:
kita menyerah saja menjadi bawahan atau kita tetap berusaha untuk menjadi seorang pemimpin.
Saturday, July 07, 2007
"TO GIVE OR TO GET"
Saya nggak habis pikir, mengapa dia tega melakukanini. Saya minta petunjuk dari Bapak bagaimanamenundukkan adik saya.
Saya ingin agar adik saya sadar dan tidak usahmembawa permasalahan itu ke pengadilan. Saya maludengan banyak orang."Kemudian konsultan bertanya, "Dari mana uang yangkamu gunakan untuk membangun rumahmu?"Orang itu menjawab, "Dari hasil jerih payah usahasaya. Saya pernah punya usaha pom bensin tapisekarang sudah bangkrut."Terus darimana modal usaha pom bensinmu? desak sangkonsultan. Dia terdiam.Setelah menarik nafas panjang, dia berkata , "Modalusaha pom bensin saya peroleh dari hasil penjualantanah milik ibu saya.Saya jual tanah itu tanpa izin ibu saya. Ibu sayakecewa, tak lama setelah kejadian itu ibu sayadipanggil Yang Maha Kuasa.""Itulah sebab musabab problem anda. Memulai usahadengan uang yang tidak bersih bahkan dengan caramenyakiti ibu kandung anda.
Ironisnya, anda belum sempat meminta maaf kepada ibuanda dan dia sudah meninggal dunia," jawab sang konsultan."Terus bagaimana saya selanjutnya?" kata orang itu.Konsultan energik itu menjawab, "Ikhlaskan rumah itubuat adik anda.Kehidupan anda tidak akan berkah dengan rumah yangmerupakan buah dari menyakiti ibu anda."Butiran jernih mengalir di pipi orang itu. Dengannada tersengal dia berkata, "Lalu dimana keluargasaya harus berteduh?
Sang konsultan menjawab, "Allah , Tuhan PenguasaAlam Maha Kaya, pasti ada jalan yang akan Dia berikan."Sesampainya di rumah sang kakak memanggil adiknya,"Adikku daripada kita bertengkar di pengadilan danhubungan persaudaraan kita rusak hanya karena rumahini, aku serahkan rumah ini untukmu.Aku ikhlas. Rumah ini sebenarnya milik ibu, bukanmilik saya. Mulai hari ini, rumah ibu ini akuserahkan sepenuhnya untukmu."Sang adik berdiri dan kemudian memeluk sang kakaksambil berkata, "Kakakku, rumah ini adalah rumahmumaka ambilah.Saya tidak akan meneruskan di pengadilan. Tinggalahdengan damai di rumah ini bersama istri dananak-anak kakak.Saya bangga menjadi adikmu. Saya tak inginkehilangan engkau kakakku..."
Keduanya berpelukan dengan linangan air mata dimasing-masing pipinya.Kisah nyata di atas memberi pelajaran kepada kitabahwa ketika kita berpikir apa yang akan sayadapatkan (to GET) maka yang kita peroleh adalahkegelisahan dan permusuhan.Sebaliknya ketika kita berpikir apa yang bisa sayaberikan (to GIVE) maka yang kita peroleh kedamaian,rasa hormat, rasa cinta dan persaudaraan.Tatkala kita berpikir to GET pada hakekatnya kitamasih TERJAJAHTerjajah oleh harta, terjajah oleh jabatan, terjajaholeh kepentingan dan terjajah oleh gengsi.Orang-orang yang merdeka adalah orang yang di dalamdirinya tertanam kuat sikap to GIVEBila ia memiliki harta, ilmu dan karunia lainnya iaselalu berpikir kepada siapa lagi saya harusberbagi... berbagi...dan berbagi.Negeri ini akan terus tumbuh, berkembang, majudengan diselimuti kedamaian, rasa cinta,persaudaraan, dan kemulian bila sebagian besardiantara kita mengembangkan sikap to GIVE ketimbangto GETKita semua harus selalu berpikir, apa yang sudahsaya berikan buat anak, mitra kerja, perusahaan,pasangan hidup, saudara, orang tua, bangsa dan SangMaha Pencipta? Pertanyaan itu harus selalu tertanamkuat dalam setiap aktivitas kita sehari-hari.Jangan kedepankan to GET dalam sikap keseharian kita.Pada saat sebagian besar orang memiliki sikap to GIVEkita sudah boleh mengatakan bahwa kita memang sudah MERDEKA.
Sunday, June 24, 2007
KIAT MENGHITUNG MODAL USAHA
Sering kan kita bertanya kepada orang yang sudah membuka usaha: "Berapa sih modal yang Anda butuhkan dulu itu ketika membuka usaha Anda yang sekarang ini?". Jawaban yang seringkali muncul adalah: "...sekian juta rupiah, atau sekian belas juta rupiah...." betul kan? Prinsipnya, ada angka yang keluar. Tapi, kalau Anda yang ditanya seperti itu, belum tentu Anda bisa menjawab. Karena umumnya ketika kita ingin menjalankan bisnis, banyak diantara kita yang tidak tahu bagaimana cara menghitungnya.
Nah, kali ini saya akan membagi rahasia kepada Anda tentang cara menghitung jumlah modal yang Anda butuhkan bila ingin memulai sebuah usaha.
Pada prinsipnya, dalam menjalankan usaha, hanya ada 3 jenis modal yang akan Anda keluarkan:
Modal Investasi Awal
Modal Kerja
Modal Operasional
Mari kita membahasnya satu per satu.
1.MODAL INVESTASI AWALApa sih yang dimaksud modal investasi awal? Ini adalah jenis modal yang harus Anda keluarkan di awal, dan biasanya dipakai untuk jangka panjang. Contoh-contoh modal ini adalah bangunan, peralatan seperti komputer, kendaraan, perabotan kantor dan barang-barang lain yang dipakai untuk jangka panjang.
Kalau usaha Anda usaha bengkel motor, maka modal investasi awal Anda adalah bangunan, alat-alat perbengkelan, dan perabot lain yang dibutuhkan di bengkel tersebut. Kalau usaha Anda toko, maka modal investasi awal Anda adalah rak, meja, bahkan mungkin juga mesin kasir.
Biasanya, modal ini nilainya cukup besar karena dipakai untuk jangka panjang. Tetapi nilai dari Modal Investasi Awal ini akan menyusut dari tahun ke tahun bahkan bisa dari bulan ke bulan.
2.MODAL KERJAIni adalah modal yang harus Anda keluarkan untuk membeli atau membuat barang dagangan Anda. Modal kerja ini bisa dikeluarkan setiap bulan, atau setiap datang order.
Sebagai contoh, kalau usaha Anda usaha tempat makan, maka modal kerja yang Anda butuhkan adalah modal untuk membeli bahan makanan. Kalau usaha Anda usaha pem buatan barang kerajinan, maka modal kerja Anda adalah uang yang Anda keluarkan untuk membeli bahan baku. Kalau usaha Anda adalah jasa fotokopi, ya modal kerja Anda uang yang Anda keluarkan untuk membeli kertas, tinta, dan lain sebagainya.
Prinsipnya, tanpa modal kerja, Anda tidak akan bisa menyelesaikan order Anda atau tidak memiliki barang dagangan. Nanti, bisa-bisa Anda malah tidak akan dapat pembeli karena barangnya saja tidak ada. Itulah pentingnya modal kerja.
3.MODAL OPERASIONALModal yang terakhir adalah modal operasional. Modal operasional adalah modal yang harus Anda keluarkan untuk membayar biaya operasi bulanan dari bisnis Anda. Contohnya pembayaran gaji pegawai, pulsa telepon bulanan, PLN, air, bahkan retribusi.
Pos-pos dalam modal operasional ini pada setiap bisnis umumnya hampir sama. Ini karena pada prinsipnya, yang dimaksud dengan modal operasional adalah uang yang harus Anda keluarkan untuk membayar pos-pos biaya di luar bisnis Anda secara langsung. Jadi, Modal Operasional ini biasanya dibayar secara bulanan.
Nah, bagaimana Bapak Ibu? Gampang, kan? Sekarang, Anda bisa menghitung sendiri, kan, modal yang harus Anda keluarkan untuk memulai usaha. Mudah-mudahan bermanfaat ya.
Salam.Safir SendukPerencana Keuangan
10 KESALAHPAHAMAN TENTANG SUKSES
Beberapa orang tidak bisa sukses karena latar belakang, pendidikan, dan lain-lain.
Padahal, setiap orang dapat meraih keberhasilan.Ini hanya bagaimana mereka menginginkannya, kemudian melakukan sesuatu untuk mencapainya.
Kesalahpahaman 2
Orang-orang yang sukses tidak melakukan kesalahan.Padahal, orang-orang sukses itu justru melakukan kesalahan sebagaimana kita semua pernah lakukan Namun, mereka tidak melakukan kesalahan itu untuk kedua kalinya.
Kesalahpahaman 3
Agar sukses, kita harus bekerja lebih dari 60 jam (70, 80, 90...) seminggu.Padahal, persoalannya bukan terletak pada lamanya anda bekerja. Tetapi bagaimana anda dapat melakukan sesuatu yang benar.
Kesalahpahaman 4
Anda hanya bisa sukses bila bermain sesuatu dengan aturan.Padahal, siapakah yang membuat aturan itu? Setiap situasi membutuhkan cara yang berbeda. Kadang-kadang kita memang harus mengikuti aturan, tetapi di saat lain andalah yang membuat aturan itu.
Kesalahpahaman 5
Jika anda selalu meminta bantuan, anda tidak sukses.Padahal, sukses jarang sekali terjadi di saat-saat vakum. Justru, dengan mengakui dan menghargai bantuan orang lain dapat membantu keberhasilan anda. Dan, sesungguhnya ada banyak sekali orang semacam itu.
Kesalahpahaman 6
Diperlukan banyak keberuntungan untuk sukses.Padahal, hanya dibutuhkan sedikit keberuntungan. Namun, diperlukan banyak kerja keras, kecerdasan, pengetahuan, dan penerapan.
Kesalahpahaman 7
Sukses adalah bila anda mendapatkan banyak uang.Padahal, uang hanya satu saja dari begitu banyak keuntungan yang diberikan oleh kesuksesan. Uang pun bukan jaminan kesuksesan anda.
Kesalahpahaman 8
Sukses adalah bila semua orang mengakuinya.Padahal, anda mungkin dapat meraih lebih banyak orang dan pengakuan dari orang lain atas apa yang anda lakukan. Tetapi, meskipun hanya anda sendiri yang mengetahuinya, anda tetaplah sukses.
Kesalahpahaman 9
Sukses adalah tujuan.Padahal, sukses lebih dari sekedar anda bisa meraih tujuan dan goal anda. Katakan bahwa anda menginginkan keberhasilan, maka ajukan pertanyaan "atashal apa?"
Kesalahpahaman 10
Saya sukses bila kesulitan saya berakhir.Padahal, anda mungkin sukses, tapi anda bukan Tuhan. Anda tetap harus melalui jalan yang naik turun sebagaimana anda alami di masa-masa lalu. Nikmati saja apa yang telah anda raih dan hidup setiap hari sebagaimana adanya.
4 Unsur Watak
Bergerak
Thursday, September 07, 2006
ATL Kedai Pagie, Duitnya Empuk
Nah, dari kedua kota tersebut ia memperoleh inspirasi bisnis di bidang boga. Semula ia memilih ATL karena selama ini menu tersebut hanya “dikuasai” waralaba dengan inisial “ATL HW”. Padahal produksi sendiri harganya bisa dilempar lebih murah, bahkan bisa separonya. Tak kurang akal, beberapa kali Odi makan di ATL HW. Ditambah referensi resep dari teman dan internet. Ia bersama sang istri hampir saja putus asa karena tulang ayamnya belum lunak. Hingga lima kali eksperimen akhirnya produk ATL-nya sempurna. Tidak hanya menu ATL, sejumlah masakan lain seperti pecel istimewa, lontong sayur, lontong pecel, nasi sambel ayam, ayam bumbu rujak ikut meramaikan ide bisnisnya. Demikian juga dengan aneka minuman segar seperti es kelapa muda alpukat, es kelapa muda nangka, es kelapa muda sirup, es kelapa muda tape, es kelapa muda nanas, es ketimun, teh tarik, kopi ginseng dll. Semua pengalaman selama traveling di sejumlah kota itu, ia padukan menjadi satu dengan konsep kedai. Jadilah kini ia memiliki bisnis dengan nama “KEDAI PAGIE”.
Hanya dengan modal kartu kredit Odi berhasil membuka usaha. Tak tanggung-tanggung, sedikitnya 5 karyawan ia rekrut untuk menjalankan bisnisnya. Satu orang koki, satu orang penyedia menu makanan, satu orang penyedia minuman, dan dua orang pelayan. Dasar alumnus EU, ada saja ide ketika launching. Sebelumnya ia menyebar voucher ke sejumlah teman lama, relasi, tokoh masyarakat, tetangga, famili dll. Lucunya, voucher itu tidak makan dan minum gratis. Voucher tersebut berlaku untuk pembelian dengan pembayaran sesuka hati. Makan dan minum apa saja bayarnya sesuka hati. Apa yang terjadi? Karena yang diberi voucher kebanyakan sudah kenal baik, maka rata-rata tak mau bayar sedikit. Bahkan dari yang datang lebih banyak membayar lebih. Wah, manjur juga strategi marketingnya !
Dibesarkan Pelanggan
Alumnus EU angkatan 4 Solo ini mengaku Kedai Pagie dibesarkan oleh pelanggannya. Kenapa demikian? Sebab memang pelanggan sendiri yang membuat kedai-nya dikenal lebih banyak orang. Tentu ini semua tak terlepas dari pendekatan marketing yang Odi terapkan. Setiap pembeli yang datang, ia selalu menyempatkan waktu untuk mengajak ngobrol. Sehingga diantara pengelola dan pelanggan kedai tumbuh keakraban dan suasana kekeluargaan. Tapi ada yang menggelikan, sejumlah pelanggan tak mau makan/minum kalau si empunya kedai (odi) gak nongol. Ini tidak mengada-ada, ada seorang Letnan TNI dan bintara Polri yang setiap kali datang ke kedai mencari Odi untuk menemani ngobrol. Tapi karena yang dicari kadang tidak di tempat gak jadi makan maupun sekedar minum. Bahkan pelanggan istimewa tersebut sudah lebih dari dua kali gak jadi mampir gara-gara si empunya kedai tidak di tempat. Wah susah juga kalo gini……..?!
Tampaknya KEDAI PAGIE benar-benar ingin agar pelanggannya mendapat layanan terbaik. Bukan saja dengan sajian makanannya, tapi juga komunikasi yang dibangun secara terpadu. Bagi pelanggan baru, sore hari usai dari KEDAI PAGIE akan menerima short massage service (sms) yang bunyinya “Pelanggan KEDAI PAGIE yang terhormat, terima kasih atas kunjungan Anda. Semoga kebahagiaan selalu menyertai Anda sekeluarga. Kami tunggu kehadiran Anda berikutnya, Sukses Untuk Anda !” Minimal yang terjadi, pelanggan yang menerima sms tersebut akan senyum. Berikutnya ia bakal cerita ke orang-orang di sekelilingnya. Setelah itu, di kesempatan lain akan datang lagi ke KEDAI PAGIE dengan membawa teman. Dari sekian pelanggan, ada juga lho yang balas sms. Antara lain berbunyi “Terima kasih doanya, semoga KEDAI PAGIE tambah laris”, “Thanks lain kali kt kesana lagi”. Selain itu, KEDAI PAGIE juga memberikan bingkisan kepada pelanggan yang berulang tahun. Ada yang diantar, ada pula yang diundang makan di kedai. Sebuah pengalaman menarik pernah dialami kru KEDAI PAGIE. Suatu ketika ada anak pelanggan yang ultah, dua kru KEDAI PAGIE meluncur ke lokasi. Tiba di rumah langsung menyerahkan bingkisan ultah. Seluruh keluarga disitu sangat kaget, ternyata mereka tidak ingat kalau hari itu si buah hati berulang tahun. Kontan mereka mengucapkan beberapa kali terima kasih kepada kru. Apalagi pake difoto segala, wah mereka dibuat surprise. Tak disangka, siang harinya mereka mengajak keluarga dekat sekitar 15 orang makan bareng di KEDAI PAGIE. Wuihh, tentu kru langsung dibuat repot. Alhamdulillah, trik marketing yang dipake benar-benar jitu. Apakah hanya itu yang dilakukan? KEDAI PAGIE juga rajin memberikan bingkisan lunch box gratis kepada sejumlah pelanggan fanatiknya. Yang begini biasanya dilakukan di kantor-kantor pemerintah. Setiap pelanggan yang menerima bingkisan gratis ini jelas senang sekali. Kru tidak usah promosi, ketika itu juga mereka akan cerita sendiri ke orang sekantor bahwa baru saja ia menerima bingkisan dari KEDAI PAGIE. Apa saja yang diceritakan? Mulai dari lokasi kedai, menu makanan dan minumannya, keramahannya dll. Tuh kan yang ini jelas sangat efektif.
Omzet Melejit
Owner KEDAI PAGIE Shidiq Odi, EU 4 Solo
Direktur BOS Spirit Motivation and Training
Pengelola EU Bali dan Padang
Kontak person : 081337133599
e-mail : odihebat@yahoo.com, eu_bali@telkom.net, eu_padang@telkom.net
Thursday, August 31, 2006
APAKAH TUHAN MENCIPTAKAN KEJAHATAN? (Kisah Nyata)
Apakah
Tuhan menciptakan kejahatan? Seorang Profesor dari sebuah universitas
terkenal menantang mahasiswa-mahasiswanya dengan pertanyaan ini,
"Apakah
Tuhan menciptakan segala yang ada?".
Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul, Dia yang menciptakan
semuanya". "Tuhan menciptakan semuanya?" Tanya professor sekali lagi.
"Ya,
Pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut.
Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti
Tuhan
menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip
kita
bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi
bahwa
Tuhan itu adalah kejahatan."
Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor
tersebut.
Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia
telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.
Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, "Profesor, boleh saya
bertanya
sesuatu?"
"Tentu saja," jawab si Profesor
Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, "Profesor, apakah dingin itu ada?"
"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak
pernah
sakit flu?" Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.
Mahasiswa itu menjawab, "Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada.
Menurut
hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu
-460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi
diam
dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata
dingin
untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.
Mahasiswa itu melanjutkan, "Profesor, apakah gelap itu ada?"
Profesor itu menjawab, "Tentu saja itu ada."
Mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga
tidak
ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita
pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma
memecahkan
cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang
gelombang
setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu
ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut.
Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya."
Akhirnya mahasiswa itu bertanya, "Profesor, apakah kejahatan itu ada?"
Dengan bimbang professor itu menjawab, "Tentu saja, seperti yang telah
kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak
perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara
tersebut
adalah manifestasi dari kejahatan."
Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi Anda
salah,
Pak. Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan.
Seperti
dingin atau gelap, kajahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk
mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kajahatan.
Kajahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia.
Seperti
dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari
ketiadaan
cahaya."
Profesor itu terdiam.
Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein.
