1. Hoby
Hoby bisa dijadikan sumber mencetak uang. Dengan hoby kita akan dengan suka rela melakukan tanpa berharap uang. Jadi ketika kondisi masih sepi kita pun enjoy menjalainya. Tapi ketika sudah ramai toh kita tidak bisa menghindar untuk mendapatkan uang kan? Kenapa mesti menghindar J J J
Hoby membuat, hoby menikmati.hobi makan, hobi masak,
2. Keluhan orang
Keluhan merupakan peluang bisnis. Misalnya ada keluahan, “Gue paling sebel kalo weekend harus nyuci baju.” Berarti ada peluang untuk membuka jasa pencucian.
Atau ketika ada arisan, ada seorang ibu berjilbab yang mengeluhkan tempat potong rambut, “Saya itu pingin potong rambut di salon, tapi di sini campur laki dan perempuan. Ada sih di sebelah sana, tapi agak jauhan, salon khusus muslimah”, Nah ini juga peluang untuk membuka salon khusus muslimah di kompleks tersebut.
Dari keluah itulah, sebenarnya pasar yang tidak terurus. Nah, mampukah kita mengubah keluahan tersebut dan memberikan peluang usaha?
Kalau kita lihat dua contoh di atas merupakan keluahan konsumen yang kita sebagai calon atau pengusaha harus mampu menangkapnya dan mewujudkan bisnis tersebut.
Ada juga Keluhan dari Produsen. Sering kalau kita ke daerah banyak pengusaha daerah yang mengeluhkan pasar yang sepi. Nah, kalau kita amati di kota lain, apakah produk tersebut mampu dijual didaerah lain, sehingga akan mampu menciptakan pasar.
3. Mencontek
Mencontek bisa dari unsur: produk, rasa, lokasi, pelayanan, interior, dll. Mencontek sama persis bisa disebut plagiator. Jadi meskipun diperbolehkan mencontek dalam urusan bisnis, tapi sebaiknya kita melakukan kajian dari beberapa bisnis. Dari kombinasi pencontekan, kita akan mendapatkan formula yang terbaik.
Bagaimana bisa cara mencontek ? Yang paling baik ya bertanya kepada yang punya langsung. Namun tidak semua pemilik bisnis mau berbagi rahasia sukses bisnisnya. Biasanya bisnis yang memiliki prospek, pemiliknya akan mensyaratkan pembayaran sejumlah fee dengan sistem waralaba (franchise). Cara lain yaitu mengamati secara berkala dan membandingkan beberapa lokasi.
4. Franchise
Bagi Anda yg miskin ide, bisa pakai membeli franchise.
Franchise adalah kerja sama bisnis antara pemilik asli usaha dengan kita yang akan menerapkan bisnis yang sama, sistem yang sama, rasa yang sama dan merek yang sama. Untuk menyamakan semua item tersebut, perlu dibuatkan standarisasi oleh pemilik bisnis agar bisa diterapkan untuk semua cabang.
Dengan franchise, kita sebagai franchisee (pembeli franchise) akan mendapatkan beberapa manfaat, seperti:
-
Ijin pemakaian merek
-
Training teknis untuk karyawan
-
Training administrasi
-
Dekorasi yang sejenis/sama
-
Sistem Operasional Prosedur (SOP).
-
Promosi global
-
Dll, tergantung penawaran
Dengan mendapatkan beberapa manfaat tersebut, Anda tentunya juga diminta memberikan imbalan secara bisnis. Sehingga saling menguntungkan.
Pada awal kontrak menjadi franchisee, anda harus membayar sejumlah Royalty Fee yang besarnya tergantung masing-masing perusahaan untuk masa tertentu, misalnya bayar 100 juta untuk masa 5 tahun.
Yakinkan bahwa manfaat yang Anda dapatkan sepadan dengan uang yang Anda keluarkan. Pelajari sistem dan perjanjian yang diajukan oleh franchisor.
Bisnis pertama sebaiknya memiliki ciri2:
-
Cash flow harian: Sebaiknya bisnis pertama adalah cash flow (mengahsulkan uang) harian. Dengan cash flow ini, kita dijamin bisa makan.
-
Yang lagi laris dan trend. Misalnya: Voucher, HP, burger, crispy, foto digital, stampel wajah, dll. Namun tetap perlu berhati-hati dalam pemilihan lokasi agar tidak menimbulkan over supply.
-
Berhadapan langsung dengan pembeli: Yang tidak perlu lobi-lobi. Dengan berhadapan langsung dengan konsumen, maka peluang pasarnya lebih luas.
-
Yang kita tidak benci : Karena akan malas ngurus. Bisnis sebaiknya sesuatu yang disukai, sehingga ketika masih kecil dan belum banyak menguntungkan, kita enjoy aja menjalankannya.

No comments:
Post a Comment